Kamis, 20 Februari 2014

Sejarah gitar


Sejarah gitar ada bervariasi pendapat, bentuk alat musik ini 
mungkin sudah ada skitar 700 tahunan yang lalu. Sejarah gitar juga 
dipercaya dimulai di wilayah Timur Tengah. Di temukan di Babilonia, yang paling relevan 
adalah gitar yang dibuat pada 1900-1800 SM. Dari masa itu, 
hingga tahun 1650, gitar mengalami evolusi yang begitu 
rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masingmasing memiliki nama yang berbeda. 

Gitar diperkenalkan ke Spanyol pada abad 12 oleh 
bangsa "MOOR" berasal dari Arab. Menurut sejarah bahwa pada tahun 711 bangsa Arab 
datang ke Spanyol untuk penyebaran agama Islam. 
Pengaruh bangsa Arab pada budaya spanyol umumnya, 
musik khususnya tidak dapat dikatakan kecil. Sekarangpun 
pengaruh Arab masih sangat terasa pada musik flamenco. 
Bangsa Arab membawa alat musik yang mereka namakan 
al’ud. Disanalah alat musik ini berkembang dengan 12 fret 
ke badan gitar jenis kayu tertentu untuk membuatnya, kayu 
pohon cemara di bagian muka, kayu rosewood atau 
mahogani dibagian belakang dan samping, sehingga 
menghasilkan suara yang tebal untuk nada rendah (bass) 
dan suara tinggi (treble) lebih lembut dengan senar gitar baja. 

Kakek Antonio De Torres Horado, nama baik untuk seorang 
pembuat gitar terhebat di Spanyol. Kakek itu merancang prinsip dasar alat musik ini yang masih 
digunakan sampai hari ini termasuk Pak HADI ZIANTURI JOGJAKARTA. Teman sebangsanya kakek tadi bernama Tarrega telah mengembangkan cara 
bermainnya : posisi tangan, cara memainkan tali gitar. 

Tapi menurut ahli musik spanyol berpendapat lain, mereka menganggap "Gitar" justru berasal dari negara Spanyol karena alat musik gitar mirip sama alat musik Spanyol yang bernama "Vihuela" yang beredar pada awal abad ke-16. Alat baru ini (gitar) mempunyai cara pembuatan yang sama dengan alat musik ukulele. Gitar pertama kali yang dibuat sebenarnya berukuran sangat kecil dan juga hanya memiliki empat dawai, seperti ukulele. 

Pada masa klasik banyak terdapat publikasi yang dilakukan oleh para pembuat lagu dan juga para pemusik. Seperti Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassi, Fernando Caulli, dan masih banyak para pencipta yang mengembangakan metode bermain gitar yang akhirnya menjadi permainan yang umum dan dapat diterima. 

Instrumen yang penting kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick. 

Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak. 

Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar. 

Ada pula Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana.

Masih banyak jenis gitar lainnya yang terus berkembang. Gitar seperti yang kita kenal sekarang, yaitu bersenam enam, baru muncul sekitar tahun 1750. Dan selama sekitar 90 tahun berikutnya (hingga tahun 1840), gitar senar enam ini cukup pesat berkembang di Spanyol. 

Masuknya Gitar di Indonesia

Penjajahan, selain menyisakan catatan kepedihan, juga seni. Salah satunya adalah dibawanya gitar oleh orang-orang Purtugis di sekitar abad ke-17. 

Pada waktu itu sejumlah tawanan asal Portugis di Malaka dimukimkan oleh Belanda di kawasan berawa-rawa di Jakarta Utara, di sebuah kampung Tugu. Agar mereka tidak bosan, mereka menghibur diri dengan bermain musik. Nah, musik yang mereka gunakan saat itu adalah gitar. Konon, dari hasil pengenalan rakyat terhadap alat musik itu, lahirlah beberapa alat musik petik yang dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu keroncong. 

Ada 3 jenis gitar yang dimainkan para tawanan saat itu, yaitu :

1.Gitar Monica, yang terdiri dari 3 dawai
2.Gitar Rorenga, yang terdiri dari 4 dawai
3.Gitar Jitera, yang terdiri dari 5 dawai.[/b]

Dua abad kemudian gitar dan keroncong menjadi populer di kalangan bangsawan dan kemudian menyebar ke pelosok tanah air tercinta yang pejabatnya tukang korupsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar