Senin, 10 Februari 2014

Pendidikan Paris


Di awal abad ke-9, kaisar Charlemagne meminta semua gereja memberi pelajaran membaca, menulis dan aritmatika dasar di paroki-parokinya, dan katedral memberi pendidikan lebih tinggi terhadap seni bahasa, fisikamusik dan teologi. Paris telah menjadi salah satu kota katedral besar Perancis dan mulai terkenal sebagai pusat pendidikan. Pada awal abad ke-13 sekolah katedral Notre-Dame Île de la Cité memiliki banyak guru terkenal, dan pengajaran kontroversial yang menyebabkan pendirian Universitas Sainte-Genevieve Tepi Kiri yang kemudian menjadi pusat pendidikan terbaik di Distrik Latin Paris yang diwakili oleh universitas Sorbonne.
Dua puluh tahun kemudian, pendidikan di Paris dan region Paris (région Île-de-France) mempekerjakan sekitar 330.000 orang, 170.000 di antaranya guru dan profesor yang mengajar 2.9 juta anak dan mahasiswa di sekitar 9.000 sekolah dan institusi pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.[41]

Pendidikan dasar dan menengah[sunting | sunting sumber]

Siswa multi-etnis di sebuah Sekolah Dasar di Paris
Paris adalah rumah bagi beberapa SMA terkenal seperti Lycée Louis-le-Grand dan Lycée Henri-IV. SMA lain yang terkenal secara internasional di Paris adalah Lycée International de Saint Germain-en-Laye dan École Active Bilingue Jeannine Manuel.

Pendidikan tingkat tinggi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun ajaran 2004-2005, 27 universitas umum Region Paris, dengan 359.749 mahasiswa terdaftar,[42] adalah konsentrasi mahasiswa universitas terbesar di Eropa.[43] Grandes écoles dan sekolah pribadi dan umum independen universitas memiliki 240.778 siswa tambahan, yang kemudian dengan mahasiswa universitas membuat jumlah 600.527 siswa pada pendidikan tingkat tinggi tahun itu.[42]

Universitas[sunting | sunting sumber]

Katedral Notre-Dame adalah pusat pendidikan tingkat tinggi pertama sebelum pendirian Universitas ParisUniversitas dibuat oleh Raja Philip Augustustahun 1200, sebagai bentuk pemberian terhadap guru (dan muridnya) hak mengatur diri sendiri terbebas dari hukum dan pajak kerajaan. Pada waktu itu, banyak kelas terbuka. Siswa dan guru non-Paris dapat menetap di hostel, atau "perguruan tinggi" yang didirikan untuk boursiers datang dari jauh. Telah terkenal sejak abad ke-13, Universitas Paris memiliki siswa dari seluruh Eropa. pusat pendidikan Rive Gauche Paris, disebut "Distrik Latin" ketika kelas diajarkan dalam bahasa Latin, berkumpul kembali di sebuah perguruan tinggi yang didirikan oleh Robert de Sorbon tahun 1257, Collège de Sorbonne. Universitas Paris pada abad ke-19 memiliki enam fakultas: hukum, sains, kesehatan, farmaseutikal, literatur dan teologi.
Setelah kerusuhan siswa 1968, terdapat pembentukan ulang Universitas Paris, dalam usaha memecahkan badan siswa terpusat itu. Tahun berikutnya, Universitas Paris terpecah menjadi tiga belas universitas otonomi ("Paris I" hingga "Paris XIII") tersebar di Kota Paris dan pinggirannya. Setiap universitas mewarisi beberapa departemen Universitas Paris, dan bukan universitas umum. Paris I, II, IV, dan X, mewarisi Sekolah Hukum; Paris V mewarisi Sekolah Kesehatan; Paris VI dan VII mewarisi departemen ilmiah; dll.
Tahun 1991, empat universitas lain didirikan di pinggiran Paris, mencapai total tujuh belas universitas umum untuk région (Île-de-France). Universitas baru tersebut diberikan nama (berdasarkan nama pinggiran kota tempat mereka berdiri) dan bukan nomor seperti tiga belas universitas sebelumnya:Universitas Cergy-PontoiseUniversitas Évry Val d'Essonne, Unviersitas Marne-la-Vallée dan Universitas Versailles Saint-Quentin-en-Yvelines. Institusi lainnya meliputi Pusat Pembelajaran Internasional Universitas WestminsterUniversitas Amerika Paris, dan Sekolah Bisnis Amerika Paris.
Juga terdapat Institut Universitas London di Paris (ULIP) yang memberikan derajat dibawah lulus dan telah lulus dalam Pembelajaran Perancis yang diratifikasi Universitas London.

Grandes écoles

Region Paris memiliki konsentrasi grandes écoles tertinggi di Perancis, yang berpengalaman pada pendidikan tingkat tinggi di luar struktur universitas umum. Universitas umum sering dianggap grands établissements. Banyak grandes écoles dipindahkan ke pinggiran Paris tahun 1960-an dan 1970-an, di kampus baru yang lebih besar dari kampus lama di kota Paris, meskipun École Normale Supérieure telah berada di rue d'Ulm di arondisemen ke-5. Wilayah Paris memiliki banyak sekolah teknik, dipimpin oleh Institut Teknologi Paris (ParisTech) yang terdiri dari beberapa perguruan tinggi sepertiÉcole PolytechniqueÉcole des MinesArts et MétiersTélécom ParisÉcole spéciale des travaux publics dan École des Ponts et Chaussées. Juga terdapat banyak sekolah bisnis, seperti HECESSECINSEAD, dan Sekolah Manajemen ESCP-EAP Eropa. Meskipun sekolah administratif elit ENAtelah dipindah ke Strasbourg, sekolah sains politik Sciences-Po masih terletak di arondisemen ke-7 Tepi kiri Paris.
Sistem grandes écoles didukung oleh sejumlah sekolah persiapan yang menawarkan kelas selama dua hingga tiga tahun yang disebut Classes Préparatoires, juga dikenal sebagai classes prépas atau hanya prépas. Kelas tersebut menyediakan pintu masuk ke grandes écoles. Banyak prépas terbaik berada di Paris, termasuk Lycée Louis-le-GrandLycée Henri-IVLycée Saint-LouisLycée Janson de Sailly dan Lycée Carnot. Dua prépastingkat atas lainnya (Lycée Hoche dan Lycée Privé Sainte-Geneviève) terletak di Versailles, dekat Paris. Pemilihan siswa didasarkan pada tingkatan sekolah dan guru. Prépas menarik banyak siswa terbaik di Perancis dan terkenal sangat menuntut dalam pekerjaan dan fisik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar